Newest Post

sejarah PMII

| Selasa, 05 November 2019
Baca selengkapnya »


MEMAHAMI SEJARAH DAN MAKNA FILOSOFIS PMII 1)

Oleh : PC PMII OKI

 

ø Historisitas PMII

PMII, atau yang disingkat dengan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (Indonesian Moslem Students Movement), dalam bahasa jawanya adalah Anak Cucu organisasi NU yang lahir dari rahim Departemen perguruan Tinggi IPNU.
Lahirnya PMII bukannya berjalan mulus, banyak sekali hambatan dan rintangan. Hasrat mendirikan organisasi NU sudah lama bergolak. namun pihak NU belum memberikan green light. Belum menganggap perlu adanya organisasi tersendiri buat mewadahi anak-anak NU yang belajar di perguruan tinggi. melihat fenomena yang ini, kemauan keras anak-anak muda itu tak pernah kendur, bahkan semakin berkobar-kobar saja dari kampus ke kampus. hal ini bisa dimengerti karena, kondisi sosial politik pada dasawarsa 50-an memang sangat memungkinkan untuk lahirnya organisasi baru. Banyak organisasi Mahasiswa bermunculan dibawah naungan  payung induknya. misalkan saja HMI yang dekat dengan Masyumi, SEMI dengan PSII, KMI dengan PERTI, IMM dengan Muhammadiyah dan Himmah yang bernaung dibawah Al-Washliyah. Wajar saja jika kemudiaan anak-anak NU ingin mendirikan wadah tersendiri dan bernaung dibawah panji bintang sembilan, dan benar keinginan itu kemudian diwujudkan dalam bentuk IMANU (Ikatan Mahasiswa Nahdlatul Ulama) pada akhir 1955 yang diprakarsai oleh beberapa tokoh pimpinan pusat IPNU.
Namun IMANU tak berumur panjang, dikarenakan PBNU menolak keberadaannya. ini bisa kita pahami kenapa Nu bertindak keras. sebab waktu itu, IPNU baru saja lahir pada 24 Februari 1954. Apa jadinya jika organisasi yang baru lahir saja belum terurus sudah menangani yang lain? hal ini logis seakli. Jadi keberatan NU bukan terletak pada prinsip berdirinya IMANU ( PMII ), tetapi lebih pada pertimbangan waktu, pembagian tugas dan efektifitas organisasi.
Oleh karenanya, sampai pada konggres IPNU yang ke-2 (awal 1957 di pekalongan) dan ke-3 (akhir 1958 di Cirebon). NU belum memandang perlu adanya wadah tersendiri bagi anak-anak mahasiswa NU. Namun kecenderungan ini nsudah mulai diantisipasi dalam bentuk kelonggaran menambah Departemen Baru dalam kestrukturan organisasi IPNU, yang kemudian dep[artemen ini dikenal dengan Departemen Perguruan Tinggi IPNU.    
Dan baru setelah konferensi Besar IPNU (14-16 Maret 1960 di kaliurang), disepakati untuk mendirikan wadah tersendiri bagi mahsiswa NU, yang disambut dengan berkumpulnya tokoh-tokoh mahasiswa NU yang tergabung dalam IPNU, dalam sebuah musyawarah selama tiga hari(14-16 April 1960) di Taman Pendidikan Putri Khadijah(Sekarang UNSURI) Surabaya. Dengan semangat membara, mereka membahas nama dan bentuk organisasi yang telah lama mereka idam-idamkan.
Bertepatan dengan itu, Ketua Umum PBNU KH. Idam Kholid  memberikan lampu hijau. Bahkan memberi semangat pada mahasiswa NU agar mampu menjadi kader partai, menjadi mahasiswa yang mempunyai prinsip: Ilmu untuk diamalkan dan bukan ilmu untuk ilmu…maka, lahirlah organisasi Mahasiswa dibawah naungan NU  pada tanggal 17 April 1960. Kemudian organisasi itu diberi nama Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia ( PMII ).
Disamping latar belakang lahirnya PMII seperti diatas, sebenarnya pada waktu itu anak-anak NU yang ada di organisasi  lain seperti HMI merasa tidak puas atas pola gerak HMI. Menurut mereka ( Mahasiswa NU ) , bahwa HMI sudah berpihak pada salah satu golongan  yang kemudian ditengarai bahwa HMI adalah anderbownya partai Masyumi, sehinggga wajar kalau mahasiswa NU  di HMI juga mencari alternatif lain. Hal ini juga diungkap oleh Deliar Nur ( 1987 ), beliau mengatakan bahwa PMII merupakan cermin ketidakpuasan sebagian mahasiswa muslim terhadap HMI, yang dianggap bahwa HMI dekat dengan golongan modernis ( Muhammadiyah ) dan dalam urusan politik lebih dekat dengan Masyumi.
          Dari paparan diatas bisa ditarik kesimpulan atau pokok-pokok pikiran dari makna dari kelahiran PMII:
¨      Bahwa PMII karena ketidakmampuan Departemen Perguruan Tinggi IPNU dalam menampung aspirasi anak muda NU yang ada di Perguruan Tinggi .
¨        PMII lahir dari rekayasa politik sekelompok mahasiswa muslim  ( NU ) untuk mengembangkan kelembagaan politik menjadi underbow NU dalam upaya merealisasikan aspirasi politiknya.
¨        PMII lahir dalam rangka mengembangkan paham Ahlussunah Waljama’ah dikalangan mahasiswa.
¨        Bahwa PMII lahir dari ketidakpuasan mahasiswa NU yang saat itu ada di HMI, karena HMI tidak lagi mempresentasikan paham mereka  ( Mahasiswa NU ) dan HMI ditengarai lebih dekat dengan partai MASYUMI.
¨        Bahwa lahirnya PMII merupakan wujud kebebasan berpikir, artinya sebagai mahasiswa harus menyadari sikap menentukan kehendak sendiri atas dasar pilihan sikap dan idealisme yang dianutnya.

Dengan demikian ide dasar pendirian PMII adalah murni dari anak-anak muda NU sendiri Bahwa kemudian harus bernaung dibawah panji NU itu bukan berarti sekedar pertimbangan praktis semata, misalnya karena kondisi pada saat itu yang memang nyaris menciptakan iklim dependensi sebagai suatu kemutlakan. Tetapi, keterikatan PMII kepada NU memang sudah terbentuk dan sengaja dibangun atas dasar kesamaan nilai, kultur, akidah, cita-cita dan bahkan pola berpikir, bertindak dan berperilaku.
Kemudian PMII harus mengakui dengan tetap berpegang teguh pada sikap Dependensi timbul berbagai pertimbangan menguntungkan atau tidak dalam bersikap dan berperilaku untuk sebuah kebebasan menentukan nasib sendiri.
Oleh karena itu haruslah diakui, bahwa peristiwa besar dalam sejarah PMII adalah ketika dipergunakannya istilah Independent dalam deklarasi Murnajati tanggal 14 Juli 1972 di Malang dalam MUBES III PMII, seolah telah terjadi pembelahan diri anak ragil NU dari induknya.
Sejauh pertimbangan-pertimbangan yang terekam dalam dokumen historis, sikap independensi itu tidak lebih dari dari proses pendewasaan. PMII sebagai generasi muda bangsa yang ingin lebih eksis dimata masyarakat bangsanya. Ini terlihat jelas dari tiga butir pertimbangan yang melatar belakangi sikap independensi PMII tersebut.
Pertama, PMII melihat pembangunan dan pembaharuan mutlak memerlukan insan-insan Indonesia yang berbudi luhur, taqwa kepada Allah SWT, berilmu dan cakap serta tanggung jawab, bagi keberhasilan pembangunan yang dapat dinikmati secara merata oleh seluruh rakyat. Kedua, PMII selaku generasi muda indonesia sadar akan perannya untuk ikut serta bertanggungjawab, bagi keberhasilan pembangunan yang dapat dinikmati secar merata oleh seluruh rakyat. Ketiga, bahwa perjuangan PMII yang senantiasa menjunjung tinggi nilai-nilai moral dan idealisme sesuai deklarasi tawangmangu, menuntut berkembangnya sifat-sifat kreatif, keterbukaan dalam sikap, dan pembinaan rasa tanggungjawab.
Berdasarkan pertimbangan itulah, PMII menyatakan diri sebagai organisasi Independent, tidak terikat baik sikap maupun tindakan kepada siapapun, dan hanya komitmen terhadap perjuangan organisasi dan cita-cita perjuangan nasional yang berlandaskanPancasila.

ø Identitas dan citra diri PMII
            APA itu identitas PMII, seperti empat huruf kata 'PMII', yaitu Suatu wadah atau perkumpulan organisasi kemahasiswaan dengan label 'Pergerakan' yang Islam dan Indonesia yang mempunyai tujuan:
Terbentuknya Pribadi Muslim Indonesia Yang;
(1)   Bertaqwa kepada Allah swt
(2)   Berbudi luhur
(3)   Berilmu
(4)   Cakap, dan
(5)   Bertanggung jawab dalam mengamalkan ilmu pengetahuannya. (Bab IV AD PMII)
Menuju capaian ideal sebagai mahluk Tuhan, sebagai ummat yang sempurna, yang kamil, yaitu mahluk Ulul Albab.

Kata 'Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia' jika diudar lebih lanjut adalah:
1.      Pergerakan bisa didefinisikan sebagai 'lalu-lintas gerak', gerak dalam pengertian fisika adalah perpindahan suatu titik dari ordinat A ke ordinat B. Jadi 'Pergerakan' melampaui 'gerak' itu sendiri, karena pergerakan berarti dinamis, gerak yang terus-menerus. Ilustrasinya demikian, Misalnya seorang Alexandro Nesta menendang bola, mengarahkannya kepada Zambrotta, itu berarti suatu gerakan bola dari Nesta ke Zambrotta (hanya itu). Bandingkan, Nesta menendang bola ke Zambrotta, lalu mengoperkan bola itu kepada Vieri, dengan trik cantik Vieri menendang bola persis di pojok atas kanan gawang dan …… Itu yang namanya pergerakan bola. Kesimpulannya,  pergerakan meniscayakan dinamisasi, tidak boleh stagnan (berhenti beraktivitas) dan beku, beku dalaam pengertian kaku, tidak kreatif-inovatif. Prasyarat kreatif-inovatif adalah kepekaan dan kekritisan, dan kekritisan butuh kecerdasan.
Kenapa 'Pergerakan' bukan 'Perhimpunan'?, kalau berhimpun terus kapan bergeraknya….. Artinya bahwa, 'pergerakan' bukan hanya menerangkan suatu perkumpulan/organisasi tetapi juga menerangkan sifat dan karakter organisasi itu sendiri.
2.      Mahasiswa adalah sebutan orang-orang yang sedang melakukan studi di perguruan tinggi, dengan predikat sebutan yang melekat, mahasiswa sebagai 'wakil' rakyat, agen perubahan, komunitas penekan terhadap kebijaakan penguasa dll
3.      Islam, Agama Islam yang dijadikan basis landasam sekaligus identitas bahwa PMII adalah organisasi mahasiswa yang berlandaskan agama. Karenanya jelas bahwa rujukan PMII adalah kitab suci agama Islam ditambah dengan rujukan selanjutnya, sunnah nabi dan para sahabat, yang itu terangkum dalam pemahaman jumhur, yaitu ahlussunnah waljama'ah. Jadi Islam ala PMII adalah Islam yang mendasarkan diri pada aswaja --dengan varian didalamnya-- sebagai landasan teologis (keyakinan keberagamaan).
4.      Indonesia. Kenapa founding fathers PMII memasukkan kata 'Indonesia' pada organisasi ini, tidak lain untuk menunjukkan sekaligus mengidealkan PMII sebagai organisasi kebangsaan, organisasi mahasiswa yang berpandangan nasionalis, punya tanggung-jawab kebangsaan, kerakyataan dan kemanusiaan. Juga tidak tepat jika PMII hanya dipahami sebagai organisasi keagamaan semata. Jadi keislaman dan keindonesiaan sebagai landasan PMII adalah seimbang.
(kalo' mencari organisasi mahasiswa yang nasionalis dan agamis maka pilihan itu jatuh pada PMII)

Jadi PMII adalah pergerakan mahasiswa yang Islam dan yang Indonesia,  yang mendasarkan pada agama Islam dan sejarah, cita-cita kemerdekan dan laju perjalanan bangsa ini kedepan.
Islam-Indonesia (dua kata digabung)  juga bisa dimaknai Islam yang bertransformasi ke ranah Nusantara/Indonesia, Islam Indonesia adalah Islam lokal --bukan Islam Arab secara persis--, tapi nilai universalitas Islam atau prinsip nilai Islam yang 'bersinkretisme' dengan budaya nusantara menjadi Islam Indonesia. Ini adalah karakter Islam PMII yang sejalan dengan ajaran aswaja.

Kesimpulaan:
Identitas PMII adalah Keislaman dan Keindonesia (kebangsaan)
Kata Kunci: Pergerakan, Mahasiswa, Islam, dan Indonesia

ø Seputar ideologi PMII
Pada paruh kedua abad kemarin dan gaungnya hingga hari ini (digarahi oleh kelompok intelektual 'kiri' Eropa yang mendasari new-left movement yang terkenal itu, sebut saja; kelompok madhab frankfurt, TW Adorno, Jurgen Habermas bahwa perdebatan mengenai ideologi masih mempunyai ruang, terlebih ideologi menuai kritik dan evaluasi terhadapnya. Kritik itu seputar perannya sebagai 'wadah' atau 'tempat'  kebenaraan atau bahkan sebagai 'sumber' kebenaran itu sendiri, yang disatu sisi dinilai sebagai pencerah ummat tetapi disisi lain sebagai alat hegemoni ummat.
Ideologi memang dianggaab sebaagaai laandasan kebenaaran yang paling fundaamental (mendasar) makanya tidak terlalu salah bila ddisebut sumber kebenaran sebagai ruh dari operasi praksis kehidupan. Tetapi dalam prosesnya kemudiaan ideologi ada tidak bebas dari kepentingan --prinsip peng-ada-an; sesuatu materi diciptakan/diadakan pasti punya maksud dan tujuan--, ironisnya kepentingan yang pada awalnya untuk kebaikan sesama tanpa ada pengistemewaan/pengklasifikasian kemudian berubah menjadi milik segolongan tertentu. Hasilnya ideologi menjadi tameng kebenaraan ummat tertentu, digunakan untuk tujuan-tujuan yang tidak selayaknya, tujuaan 'hanya kekuasaan' misalnya. Maka dalam konteks ini ideologi mendapat serangan habis-habisan.
Tanpa bermaksud memutus perdebatan sosiologi pengetahuan seperti diatas, Ideologi akan tetap memiliki ummat, ideologi masih memiliki pengikut tatkala ia masih rasional masih kontekstual tidak pilih kasih (diskriminatif) tidak menindas sehingga layak dijadikan sumber kebenaran, ketika peran itu masih melekat niscaya ideologi masih diperlukan.
Dibawa dalam ranah PMII, ideologi PMII digali dari sumbernya --yang pada pembicaraan sebelumnya disebut sebagai identitas PMII-- yaitu keislaman dan keindonesiaan. Sublimasi atau perpaduan antara dua unsur diatas menjadi rumusan materi yang terkandung dalam Nilai Dasar Pergerakan PMII, ya semacam qonun azasi di PMII atau itu tadi yang disebut... Ideologi. NDP berisi rumusan ketauhidan, pengyakinan kita terhadap Tuhan. Bentuk pengyakinan itu terletak dari pola relasi/hubungan antar komponen di alam ini, pola hubungan antara mikrokosmos dan makrokosmos, antara Tuhan dan manusia, antar manusia dan antara manusia dengan sekelilingnya.

Jadi kesimpulaan yang bisa diambil adalah:
(1)   Ideologi masih relevan dijadikan sebagai rujukan kebenaran
(2)   Ideologi PMII terangkum (terwujud) dalam rumusan Nilai Dasar Pergerakan (NDP) yang merupakan sublimasi keislaman dan keindonesiaan

ø Landasan Teologis dan Filosofis PMII
Landasan filosofis dan teosofis PMII sebenarnya tergali dalam rumusan NDP dan turunannya kebawah. Artinya bahwa NDP dibangun atas dasar dua sublimasi besar yaitu ke-Islaman dan ke-Indonesiaan.
Sublimasi ke-Islaman berpijak dari kerangka paradikmatik bahwa Islam memiliki kerangka besar yang universal, transendental, trans-historis dan bahkan trans-personal. Universalisme atau variasi-variasi identitas Islam lainnya yang dimaksud bermuara pada satu gagasan besar, bagaimana membangun masyarakat yang berkeadilan.
Namun, harus disadari bahwa sungguhpun Islam memiliki universalitas atau yang lainnya, ia juga menampakkan diri sebagai entitas dengan identitas sangat kultural, antropologis, historis, sosiologis dan bahkan politis.
Dua gambaran tentang Islam yang paradoks ----atau minimal kontra produktif dan bahkan saling berbinary opposition--- menghadapkan believer pada tingkat minimal untuk melakukan human exercise bagaimana Islam dalam identitas yang ganda itu mampu disandingkan, dan bahkan dileburkan menjadi satu identitas besar, rahmatan lil alamin.
Dari sini, mengharuskan PMII untuk mengambil inisiatif dengan menempatkan Islam sebagai salah satu sublimasi identitas kelembagaan. Ini berarti, PMII  menempatkan Islam sebagai landasan teologis untuk dengan tetap meyakini universalitas, transhistoris dan bahkan transpersonalnya. Lebih dari itu, Keyakinan teologis tersebut tidak semata-mata ditempatkan sebagai landasan normatifnya, melainkan disertai upaya bagaimana Islam teologis itu mampu menunjukkan dirinya dalam dunia riel. Ini berarti, PMII akan selalu menempatkan Islam sebagai landasan normatif yang akan selalu hadir dalam setiap gerakan-gerakan sosial dan keagaamaan yang dimilikinya.
Selain itu, PMII sebagai konstruksi besar juga begitu menyadari bahwa ia tidaklah hadir dalam ruang hampa, kosong, berada diawang-awang dan jauh dari latar  sosial dan bahkan politik. Tetapi, ia justru hadir dan berdiam diri dalam satu ruang identitas besar, Indonesia dengan berbagai kemajemukan watak kulturalnya, sosiologis dan hingga antropologisnya.
Oleh karena, identitas diri yang tak terpisahkan dengan identitas besar Indonesia mengharuskan PMII untuk selalu menempatkan identitas besar itu menjadi salah satu sublimasi selain ke-Islaman.
Penempataan itu berarti menempatkan PMII sebagai institusi besar yang harus selalu melakukan pembacaan terhadap lingkungan besarnya, "Indonesia". Hal ini dalam rangka membangun aksi-aksi sosial, kemasyarakatan, dan kebangsaan yang selalu relevant, realistik, dan transformatik.
Dua penjelasan kaitannya dengan landasan sublimatif PMII diatas, dapat ditarik kedalam satu konstruksi besar bahwa PMII dalam setiap bangunan gerakan dan institusionalnya tetap menghadirkan identitas teologisnya, identitas Islam. Tetapi, lebih dari itu, landasan teologis Islam justru dihadirkan bukan hanya sebatas dalam bentuk pengaminan secara verbal dan normatif, melainkan bagaimana landasan teologis ini menjadi transformable dalam setiap gerakan dan aksi-aksi institusionalnya. Dengan begitu, mau tidak mau PMII harus mempertimbangkan tempat dimana ia lahir, berkembang, dan melakukan eksistensi diri, tepatnya ruang ke-Indonesiaan. Yang berarti, secara kelembagaan PMII harus selalu mempertimbangkan gambaran utuh konstruksi besar Indonesia dalam membangun setiap aksi-aksi kelembagaanya.
Endingnya, proses yang runut transformasi landasan teologis Islam dan konstruksi besar ke-Indonesia-an sebagai medium pembacaan objektifnya, maka akan muncul citra diri kader atau citra diri institusi yang ulil albab. Citra diri yang tidak hanya semata-mata menampilkan diri secara personal sebagai manusia beriman yang normatif dan verbalis, melainkan juga sebagai believer kreatif dan membumi-kontekstual. Citra diri personal ini secara langsung akan mengujudkan PMII secara kelembagaan sebagai entitas besar yang juga ulil albab.

Kesimpulan:
1.      Landasan teologis PMII adalah Islam-Keindonesiaan.
2.      Identitas filosofis PMII adalah citra diri yang dibangun melalui Islam sebagai teologi transformatif dan Ruang ke-Indonesia-an sebagai media pembacaan objektif.
3.      Tranformasi dua hal, landasan teologis dan identitas filosofis akan berakhir dengan tampilnya  identitas personal dan kelembagaan yang ulil albab.




 
CITRA DIRI MAHLUK ULUL ALBAB
Kader PMII Dapat Mewujudkan:
TRI MOTTO: DZIKIR FIKIR AMAL SHOLEH
TRI KHIDMAD: TAQWA INTELEKTUAL PROFESIONAL
TRI KOMITMEN: KEBENARAN KEJUJURAN KEADILAN

ø Landasan Filosofis Lambang PMII

Pencipta lambang        : H. Said Budairy
Makna Lambang         :

I.       Bentuk
ø  Perisai berarti ketahanan dan keampuhan mahasiswa islam terhadap berbagai tantangan dan pengaruh dari luar.
ø  Bintang adalah perlambang ketinggian dan semangat cita-cita yang selalu memancar.
ø  5 (lima) bintang sebelah atas, menggambarkan Rasulullah dengan empat sahabat terkemuka (Khulafa’ur Rasyidin)
ø  4 (empat) bintang sebelah bawah menggambarkan empat madzhab yang berhaluan Ahlussunnah Wal Jama’ah.
ø  9 (sembilan) bintang secara keseluruhan dapat berarti ganda, yaitu:
a.       Rasulullah dengan empat orang sahabatnya serta empat imam madzhab ASWAJA itu laksana bintang yang selalu bersinar cemerlang, mempunyai kedudukan tinggi dan penerang umat manusia.
b.      Sembilan bintnag juga menggambarkan sembilan orang pemuka penyebar Agama Islam di Indonesia yang disebut Wali Songo.
II.    Warna
ø  biru, sebagaimana tulisan PMII, berarti kedalaman ilmu pengetahuan yang harus dimiliki dan digali oleh warga pergerakan, biru juga menggambarkan lautan Indonesia yang mengelilingi kepulauan Indonesia dan merupakan kesatuan wawasan nusantara.
ø  Biru muda, sebagaimana dasar perisai sebelah bawah berarti ketinggian ilmu, budi pekerti dan taqwa.
ø  kuning, sebagaimana perisai sebelah atas, berarti identitas mahasiswa yang menjadi sifat dasar pergerakan, lambang kebesaran dan semangat yang selalu menyala serta penuh harapan menyongsong masa depan. 

Wallahul Muwafiq Ila Aqwamith Tharieq



sejarah PMII

Posted by : Kak Jun
Date :Selasa, 05 November 2019
With 0komentar

PROPOSAL HARLAH PMII

| Sabtu, 02 November 2019
Baca selengkapnya »


PROPOSAL  HARLAH PMII KE – 56
PELATIHAN JURNALISTIK, DISKUSI PUBLIK DAN KONSOLIDASI IKA PMII KAB. OKI”








PENGURUS CABANG PERGERAKAN MAHASISWA ISLAM INDONESIA
KABUPATEN OGAN KOMERING ILIR

 

PROPOSAL KEGIATAN
PELATIHAN JURNALISTIK PRAKTIS
PENGURUS CABANG PERGERAKAN MAHASISWA ISLAM INDONESIA
KABUPATEN OGAN KOMERING ILIR

A.            PENDAHULUAN
Secara konseptual, jurnalistik dapat dipahami dari tiga sudut pandang; sebagai proses, teknik, dan ilmu. Sebagai proses, jurnalistik adalah aktivitas mencari, mengolah, menulis, dan menyebarluaskan informasi kepada publik melalui media massa. Aktivitas ini dilakukan oleh wartawan (jurnalis). Sebagai teknik, jurnalistik adalah keahlian (expertise) atau keterampilan (skill) menulis karya jurnalistik (berita, artikel, feature) termasuk keahlian dalam pengumpulan bahan penulisan seperti peliputan peristiwa (reportase) dan wawancara. Sebagai ilmu, jurnalistik adalah bidang kajian mengenai pembuatan dan penyebarluasan informasi (peristiwa, opini, pemikiran, ide) melalui media massa.
Informasi bisa menyebar begitu cepat saat ini. Kemampuan menganalisa sebuah informasi, mengumpulkan dan menyulapnya menjadi sebuah berita yang menarik sangat diperlukan. Jurnalistik merupakan ilmu terapan (applied science) yang terus berkembang sesuai dengan perkembangan teknologi informasi. Maka, perlu latihan yang intens untuk menguasai bidang ini.
Akhir-akhir ini, pengaruh media massa seperti koran, majalah dan televisi, ataupun sosial media seperti blog, facebook dan twitter tidak bisa dianggap main-main. Sebuah spekulasi dari seorang analis pasar tentang sebuah perusahaan yang dirilis wartawan di media bisa menaikkan harga saham perusahaan tersebut. Kicauan negatif seorang pejabat di twitter bisa membuatnya diseret ke ranah hukum, karena peran media yang membesar-besarkannya. Media massa dan media sosial juga sangat efektif menjadi alat politik untuk pencitraan dalam kampanye pemilihan kepala daerah. Begitu besar efek yang ditimbulkan.
Beberapa contoh di atas menunjukkan betapa besarnya pengaruh media dalam mengubah opini publik terhadap suatu peristiwa. Ini tentunya tidak terlepas dari peran besar jurnalistik sebagai ilmu terapan yang memang mempelajari pembuatan dan penyebarluasan informasi melalui media massa. Perlunya para pelajar mendalami bidang ini dalam rangka menumbuhkan sikap kritis terhadap segala permasalahan. Seorang pelajar bisa mengkritisi kebijakan pemerintah dan mengirimkannya ke redaksi sebuah surat kabar.
Sebagai bagian dari kelompok terdidik, para pelajar harus memiliki kemampuan dalam mengembangkan potensi dalam dirinya. Salah satunya adalah dalam dunia tulis menulis. Jurnalistik memberi kesempatan kepada pelajar dalam meningkatkan kemampuan mengelola informasi.
Adanya program pelatihan jurnalistik merupakan salah satu ikhtiar dalam rangka mengembangkan kemampuan remaja di bidang ini. Dengan Pelatihan ini diharapkan akan memunculkan pelajar yang memiliki kemampuan di dalam mengelola media massa secara handal untuk semakin mempercepat pencapaian tujuan organisasi atau pergerakan.
Berdasarkan pemikiran di atas, Pengurus  Cabang PMII kab. OKI bermaksud mengadakan “Pelatihan Jurnalistik Praktis” sehingga harapan dan tujuan yang ingin dicapai menjadi suatu kenyataan.
Dampak narkoba jika di salah gunakan seperti halnya singkatan kata tersebut NARKOBA (narkotika dan obat/bahan berbahaya), memang sangatlah berbahaya bagi manusia. Narkoba dapat merusak kesehatan manusia baik secara fisik, emosi, maupun perilaku pemakainya. Walaupun semua kecenderungan itu wajar-wajar saja, tetapi hal itu biasnya juga memudahkan seseorang untuk terdorong menyalahgunakan narkoba. Data menunjukkan bahwa jumlah pengguna narkoba yang paling banyak adalah kelompok usia remaja hingga dewasa.
Masalah menjadi lebih gawat lagi bila penggunaan narkoba, para pemuda tertular dan menularkan HIV/AIDS di kalangan pemuda. Hal ini telah terbukti dari pemakaian narkoba melalui jarum suntik secara bergantian.
Bangsa ini akan kehilangan generasai muda yang sangat banyak akibat penyalahgunaan narkoba dan merebaknya HIV/AIDS. Kehilangan generasi muda sama dengan kehilangan sumber daya manusia bagi bangsa dan negara.
Dengan kondisi tersebut, kami selenggarakan kegiatan Seminar  Bahaya Narkoba dikalangan Generasi Muda guna memperbaiki moral pemuda masa kini untuk tidak mengkonsumsi narkoba agar dapat menjadi penerus bangsa yang berakhlak mulia dan kegiatan ini di latar belakangi kenyataan bahwa banyak pemimpin bangsa yang menjadi panutan yang tidak pantas bagi generasi saat ini ataupun yang akan datang. Selain itu, kegiatan ini kami selenggarakan karena ingin memberikan penjelasan dan pemahaman bagi para pemuda akan bahaya narkoba, serta untuk memperkuat moral dan kepribadian yang di miliki para pemuda atau mahasiswa.



B.            KEGIATAN
1)              Pelatihan Jurnalistik (Teoritis, aplikatif dan Praktis)
2)              Dialog Publik (Peran Pemuda Dalam Mengngatasi Narkoba dan LGBT)
3)              Konsolidasi IKA PMII Kab. OKI.

C.            NAMA KEGIATAN
Kegiatan ini bernama “Pelatihan Jurnalistik, Dialog Publik dan Konsolidasi Ikatan Alumni PMII Kab. OKI”.

D.            TEMA KEGIATAN
Tema kegiatan ini adalah “Repitalisasi Pemuda Anti Narkoba demi membangun kab. OKI melalui  Generasi Muda yang terpelajar, berprestasi serta berkarakter

E.             WAKTU PELAKSANAAN
1)              Pelatihan Jurnalistik (Teoritis, aplikatif dan Praktis)
Hari / Tanggal         : Jum’at s/d Sabtu, 15 – 16 April 2015
Tempat                  : Gedung MWC NU (Desa Tugu Mulyo Kp. 2)
Tema                     :Menyalurkar kreatifitas mahasiswa dalam dunia tulis menulis demi
   mewujudkan Kab. OKI Cemerlang”
2)              Dialog Publik (Peran Pemuda Dalam Mangatasi Narkoba dan LGBT)
Hari/Tanggal           : Minggu, 17 April 2016
Tempat                  : Gedung MWC NU (Desa Tugu Mulyo Kp. 2)
Tema                     : “Revitalisasi Paradigma Pemuda Anti Narkoba demi membangun kab. OKI
   melalui Generasi Muda yang terpelajar, berprestasi serta berkarakter
3)              Konsolidasi IKA PMII Kab. OKI.
Hari/Tanggal           : Minggu, 17 April 2016
Tempat                  : Gedung MWC NU (Desa Tugu Mulyo Kp. 2)
Tema                     :” Pembentukan Struktur IKA PMII Kab. OKI”



E.             TUJUAN KEGIATAN
Tujuan diselenggaarakan kegiatan pelatihan Jurnalistik Praktis Oleh Pengurus  Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia  Kab. OKI  adalah sebagai berikut:
1.              Membekali anak bangsa khususnya Pelajar dan mahasiswa dengan pengetahuan dan skill di bidang jurnalistik, terlebih pers mahasiswa.
2.              Menaungi dan mewadahi bakat dan minat Pelajar dan Mahasiswa di bidang jurnalistik
3.              Mendorong anak bangsa khususnya di Kab. OKI  berfikir kritis, kreatif, dan mandiri
4.              Membantu anak bangsa mengaplikasikan UUD No. 40 tahun 1999, Pasal 6 yakni : “Pers nasional mempunyai peranan penting dalam memenuhi hak masyarakat untuk mengetahui dan mengembangkan pendapat umum, dengan menyampaikan informasi yang tepat, akurat dan benar. Hal ini akan mendorong ditegakkannya keadilan dan kebenaran, sert diwujudkannya supremasi hukum untuk menuju masyarakat yang tertib”
5.              Mengenalkan kepada pelajar tentang seluk-beluk dunia jurnalistik
6.              Menumbuhkan kecerdasan dan kreatifitas pelajar melalui tradisi jurnalistik
7.              Pelajar Kab. OKI  memiliki kemampuan mengelola media cetak
8.              Memberikan pemahaman bagi pemuda sebagai generasi penerus agar berakhlak mulia bebas dari narkoba.
9.              Agar peserta seminar dapat lebih memahami tentang bahaya penularan HIV / AIDS, dan penyakit lainnya yang disebabkan oleh penggunaan narkoba.
10.          Memberikan pembimbingan untuk merubah masa depan bangsa dan negara yang lebih baik.
11.          Memperkuat mental para pemuda untuk menghadapi dampak globalisasi, terutama masalah narkoba.
12.          Mempererat tali persaudaraan antar mahasiswa yang mengikuti seminar.

F.             TARGET PESERTA
Target peserta kegiatan adalah pelajar tingkat SMA, SMK, dan MA serta Mahasiswa Se-Kab. OKI.


G.            MATERI PELATIHAN
Adapun materi yang diberikan sebagai berikut:
1.              Dasar-dasar jurnalistik
2.              Pelatihan menulis berita
3.              Pelatihan menulis artikel
4.              Pelatihan menulis features
5.              Pelatihan mengelola keredaksian

H.            SEKERTARIAT
Alamat    : Base Camp PC. PMII OKI. JL. Lintas Timur Km.123 Pasar Lubuk Seberuk Kec.
Lempuing Jaya Kab. OKI Sum-Sel 30657
Email      : okipmii@gmail.com
CP          : Ali Ikhwan  (0823 7216 6633) Juniska (0852 7201 1682)

I.               SUMBER DANA
Kegiatan ini membutuhkan biaya sebesar Rp.13.350.000; (Tiga Belas Juta Tiga Ratus Lima Puluh Ribu Rupia)  adapun rincian biaya sebagaimana terlampir.
Sedangkan biaya bersumber dari:
1.              Dana PC. PMII Kab. OKI
2.              IKA PMII Kab. OKI
3.              Pemkab OKI
4.              Sponsorhip
5.              Registrasi peserta sebesar Rp.50.000/orang.

J.              SUSUNAN PANITIA
Panitia pelaksana kegatan “Pelatihan Jurnalistik Praktis” akan di koordinasi oleh Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia. PMII Kab. OKI .Susunan Panitia terlampir.
K.            PENUTUP
Demikian proposal ini kami buat dengan harapan kegiatan ini menjadi sebuah upaya untuk memberikan kontribusi nyata di bidang jurnalistik. Harapan kami, semoga kegiatan ini disertai partisipasi aktif dari berbagai pihak. Semoga dengan dukungan semua pihak yang memiliki keinginan sama untuk memperbaiki bangsa ini melalui bidang jurnalistik, sehingga kegiatan tersebut diharapkan dapat berjalan lancar. Amin.
Wallahul Muwafieq Illaa aqwamith Thorieq,
Wassalamu Alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Ogan Komering Ilir, 07  Maret 2016

PANITIA PELAKSANA HARLAH PMII KE-56
PENGURUS CABANG
PERGERAKAN MAHASISWA ISLAM INDONESIA KAB. OKI
TAHUN AKADEMIK 2015 / 2016


RIDWAN
Ketua Pelaksana


JUNISKA
Sekretaris
Mengetahui,
PENGURUS CABANG
PERGERAKAN MAHASISWA ISLAM INDONESIA KAB. OKI
TAHUN AKADEMIK 2015 / 2016


ALI IKHWAN
Ketua Pelaksana


JUNISKA
Sekretaris




Lampiran I: Susunan Panitia

Penasehat                             : MABINCAB PMII OKI ( Agus Shilikhin,S.Si.,M.Pd.I)
Penanggung jawab               :  PC. PMII OKI ( Ali Ikhwan)
Ketua                                    Ridawan
Sekretaris                              Juniska
Bendahara                            Siti Robiatus Sholihah

Divisi-divisi
Acara
Penagalang Dana
Koordinator
:
Fatkul Mubarok
Koordinator
:
All Ketua Komisariat
Anggota
:
Habib Mustofa
Muhammad Muklis
Imam Mukhlis
Alvi Nur Imamah
Eka Lusiana Dewi
Dewi Apriana
Anggota
:
All etua Rayon

Konsumsi

Humas
Koordinator
:
Purwaningsih
Koordinator
:
Ahmad Yusman
Anggota
:
Rizky Dwi Retno
Rizky Fitriani
Azizah
Uswatun Khasanan
Istiqomah
Ulfa
Anggota
:
Ariono
Suandar
Wahyudi Ikhsan
Imam Marjuki
Imam Mu’arif
Waluyo

Keamanan

Perlengkapan dan Pub. Dek. Dok
Koordinator
:
Fuad Hasan
Koordinator
:
Misbahus Surur
Anggota
:
Ar-Rosyid Cs.
Fikri
Nur Kholis
Anggota
:
Rano Gusmara
Arsan Isro
Ahmad Rojali
Ali Fatkur Rahman

PANITIA PELAKSANA HARLAH PMII KE-56
PENGURUS CABANG
PERGERAKAN MAHASISWA ISLAM INDONESIA KAB. OKI
TAHUN AKADEMIK 2015 / 2016


RIDWAN
Ketua Pelaksana


JUNISKA
Sekretaris
Mengetahui,
PENGURUS CABANG
PERGERAKAN MAHASISWA ISLAM INDONESIA KAB. OKI
TAHUN AKADEMIK 2015 / 2016


ALI IKHWAN
Ketua Pelaksana


JUNISKA
Sekretaris



Lampiran II : Rincian Anggaran Dana HARLAH PMII
No
Uraian
Volume
Harga Satuan
Total
1
Kesekretarian



Surat menyurat
1 paket

200.000
Amplop surat
2 box
25.000
50.000
Penggandaan proposal
100 eks
10.000
1.000.000
Tinta printer
2 botol
50.000
100.000
Kertas A4
3  rim
50.000
150.000
Penggandaan Buku Materi
100 eks
5.000
500.000
Serifikat Peserta
100 eks
5.000
500.000





Jumlah
2.500.000
2
Transportasi dan Komunikasi



Transportasi

1.000.000
1.000.000
Komunikasi

200.000
200.000

Jumlah
1.200.000
3
Dekorasi, Dokumentasi dan Logistik



Dekorasi
1 Paket
400.000
400.000
Dokumentasi dan logistik
1 Paket
300.000
300.000
Spanduk / Banner
3 buah
200.000
600.000
Sewa gedung
4 hari
200.000
800.000
Jumlah
2.100.000
4
Peralatan



Sewa proyektor
1 paket
200.000
200.000
Kursi
200 Buah

500.000
Soun System
4 Hari
150.000
600.000



1.300.000
Jumlah

5
Konsumsi



Konsumsi berat
100 orang x 4
10.000
4.000.000
Konsumsi ringan
100 orang x 4
5.000
2.000.000
Konsumsi Narasumber
5 X orang
50.000
250.000
Jumlah
6.250.000











JUMLAH TOTAL
13.350.000










Lampiran III : Jadwal Pelatihan Jurnalistik Praktis Se- Kab. OKI

Hari/tgl
waktu
Acara 
Nara Sumber
PJ
Jum’at 15 April 2016
07.00-12.00
Chek in peserta/her registrasi

Panitia
12.00-13.00
ISHOMA


13.00-13.30
Opening Ceremony
Tim Majalah Wasilah OKU Timur
Panitia
13.00-14.30
Bina suasana/penyampaian tatip pelatihan
Panitia

14.30-16.00
Teknik Menulis Berita
Tim Majalah Wasilah OKU Timur

16.00-16.30
ISHOMA


16.30-16.45
Bina Suasana
Panitia

16.45-17.45
Teknik Menyunting Berita
Bina Suasana
Tim Majalah Wasilah OKU Timur

17.45-……
Pulang 



Sabtu 16 April 2016
06.45-07.00
Persiapan berangkat pelatihan


07.00-07.45
Chek in/break fast


07.45-08.00
Bina suasana


08.00-09.30
Penyampaian materi Aspek hukumdan etika dalam jurnalistik
Tim Majalah Wasilah OKU Timur

09.30-11.00
Tekhnik lay out I
Tim Majalah Wasilah OKU Timur

11.00-12.30
Materi wawancara dan mencari berita
Tim Majalah Wasilah OKU Timur

12.30-13.30
ISHOMA

Panitia
13.30-13.45
Bina Suasana

Panitia
13.45-15.00
Praktek mencari dan menulis berita
Tim Majalah Wasilah OKU Timur

15.00-16.30
Materi menulis artikel, wawancara dan essay
Tim Majalah Wasilah OKU Timur

16.30-17.00
ISHOMA


17.00-17.45
Praktek menulis, artikel, wacana dan essay
Tim Majalah Wasilah OKU Timur

17.45-…..
Pulang



PANITIA PELAKSANA HARLAH PMII KE-56
PENGURUS CABANG
PERGERAKAN MAHASISWA ISLAM INDONESIA KAB. OKI
TAHUN AKADEMIK 2015 / 2016


RIDWAN
Ketua Pelaksana


JUNISKA
Sekretaris




Jadwal Dialog Publik

Hari/tgl
waktu
Acara 
Nara Sumber
PJ
Minggu, 17 April 2016
07.00-09.00
Chek in peserta/her registrasi

Panitia
19.00-10.00
Pelantikan Pengurus Komisariat Dan rayon


10.00 – 12.00
Dialog Publik 1
(Pemuda dan Narkoba Perspektif Sosial)
Ahmad Rifa’i.S,E
(Wa. Bupati Kab. OKI)
Panitia
12.00-13.00
ISHOMA


13.00. 16.00
Dialog Public 2
(Pemuda dan Narkoba Perspektif Pendidikan)
Ir. Turmudi

16.00-16.30
ISHOMA


16.30-17.30
Dialog Publik 3
Dialog Public 2
(Pemuda dan Narkoba Perspektif Agama)
Agus Shlikhin S.Si.,M.Pd.I

17.30
Penutup / Pulang 



PANITIA PELAKSANA HARLAH PMII KE-56
PENGURUS CABANG
PERGERAKAN MAHASISWA ISLAM INDONESIA KAB. OKI
TAHUN AKADEMIK 2015 / 2016


RIDWAN
Ketua Pelaksana


JUNISKA
Sekretaris

Jadwal Konsolidasi IKA PMII Kab. OKI

Hari/tgl
waktu
Acara 
Nara Sumber
PJ
Minggu 17 April 2016
19.00-19.30
Penyanyian Lagu Indonesia Raya
Dan Mars PMII

Panitia
19.30-21.30
Pembentukan IKA PMII Kab. OKI
Darul Abror,M.Pd.I
Panitia
21.30. 22.30
Diskusi  agenda kerja IKA pmii OKI dan PC. PMII OKI
Ahmad Rojali, M.Pd
Panitia
16.30-17.30
Penutup
Muhammad Mukhsin,S.Pd.I
Panitia

PANITIA PELAKSANA HARLAH PMII KE-56
PENGURUS CABANG
PERGERAKAN MAHASISWA ISLAM INDONESIA KAB. OKI
TAHUN AKADEMIK 2015 / 2016


RIDWAN
Ketua Pelaksana


JUNISKA
Sekretaris




BENTUK KERJASAMA
PENAWARAN SPONSORSHIP

Panitia memberikan kesempatan pada perusahaan, lembaga atau badan usaha yang bapak/ibu pimpin untuk berpartisipasi dalam menyelenggarakan kegiatan tersebut.

1.              KETENTUAN UMUM
a.              Perjanjian sponsorship sebagai sponsor utama dan biasa disertai pembayaran uang muka sebesar 50%.
b.              Pelunasan dilakukan paling lambat 10 hari sebelum hari pelaksanaan.
c.              Perjanjian kerjasama sponsorship disertai cap resmi/asli panitia dan penanggung jawab pihak sponsor.
d.              Pembatalan sponsorship, diantaranya:
1)             Pembatalan oleh pihak sponsor, artinya sponsor yang telah membayar lunas akan dikembalikan 50%, dan yang membayar uang muka dibawah 60%, akan dikembalikan 10%.
2)             Pembatalan oleh panitia, artinya akan dikembalikan sebesar uang yang telah diterima panitia.
3)             Apabila dalam perkembangan terdapat sponsor tunggal, maka secara otomotif kontrak sebelumnya dengan sponsor biasa dan pendamping dibatalkan dan uang yang telah dibayarkan dikembalikan 100%.
e.                   Umbul-umbul ditanggung oleh pihak sponsor.

2.              MEDIA PUBLIKASI
a.              Spanduk rentang;
b.              Pamflet;
c.              Radio.

3.              BENTUK-BENTUK SPONSORSHIP
a.              Sponsor Tunggal, yaitu sponsor yang sanggup dan sepakat untuk membayar minimal 75% dari keseluruhan dana yang dibutuhkan dalam acara seminar sebagaimana tercantum dalam proposal.
b.              Sponsor biasa, yaitu sponsor yang sanggup dan sepakat untuk membayar 25% dari keseluruhan dana yang dibutuhkan kepanitiaan sebagaimana tercantum dalam proposal atau sanggup dan sepakat untuk menanggung pengadaan barang senilai minimal 15% dari keseluruhan dana yang dibutuhkan kepanitiaan sebagaimana tercantum dalam proposal.
c.              Sponsor pendamping, yaitu yang bersedia berpartisipasi dalam kegiatan ini dalam bentuk sponsorship diluar ketentuan no 1 dan 2, sesuai kesepakatan antara pihak panitia dan calon sponsor.
d.              Donator, yaitu pihak-pihak yang mau membantu seikhlasnya, untuk kesuksesan penyelenggaraan kegiatan ini tanpa terikat dengan serah terima prestasi dan kontraprestasi.




PROPOSAL  HARLAH PMII KE – 56
PELATIHAN JURNALISTIK, DISKUSI PUBLIK DAN KONSOLIDASI IKA PMII KAB. OKI”








PENGURUS CABANG PERGERAKAN MAHASISWA ISLAM INDONESIA
KABUPATEN OGAN KOMERING ILIR

 

PROPOSAL KEGIATAN
PELATIHAN JURNALISTIK PRAKTIS
PENGURUS CABANG PERGERAKAN MAHASISWA ISLAM INDONESIA
KABUPATEN OGAN KOMERING ILIR

A.            PENDAHULUAN
Secara konseptual, jurnalistik dapat dipahami dari tiga sudut pandang; sebagai proses, teknik, dan ilmu. Sebagai proses, jurnalistik adalah aktivitas mencari, mengolah, menulis, dan menyebarluaskan informasi kepada publik melalui media massa. Aktivitas ini dilakukan oleh wartawan (jurnalis). Sebagai teknik, jurnalistik adalah keahlian (expertise) atau keterampilan (skill) menulis karya jurnalistik (berita, artikel, feature) termasuk keahlian dalam pengumpulan bahan penulisan seperti peliputan peristiwa (reportase) dan wawancara. Sebagai ilmu, jurnalistik adalah bidang kajian mengenai pembuatan dan penyebarluasan informasi (peristiwa, opini, pemikiran, ide) melalui media massa.
Informasi bisa menyebar begitu cepat saat ini. Kemampuan menganalisa sebuah informasi, mengumpulkan dan menyulapnya menjadi sebuah berita yang menarik sangat diperlukan. Jurnalistik merupakan ilmu terapan (applied science) yang terus berkembang sesuai dengan perkembangan teknologi informasi. Maka, perlu latihan yang intens untuk menguasai bidang ini.
Akhir-akhir ini, pengaruh media massa seperti koran, majalah dan televisi, ataupun sosial media seperti blog, facebook dan twitter tidak bisa dianggap main-main. Sebuah spekulasi dari seorang analis pasar tentang sebuah perusahaan yang dirilis wartawan di media bisa menaikkan harga saham perusahaan tersebut. Kicauan negatif seorang pejabat di twitter bisa membuatnya diseret ke ranah hukum, karena peran media yang membesar-besarkannya. Media massa dan media sosial juga sangat efektif menjadi alat politik untuk pencitraan dalam kampanye pemilihan kepala daerah. Begitu besar efek yang ditimbulkan.
Beberapa contoh di atas menunjukkan betapa besarnya pengaruh media dalam mengubah opini publik terhadap suatu peristiwa. Ini tentunya tidak terlepas dari peran besar jurnalistik sebagai ilmu terapan yang memang mempelajari pembuatan dan penyebarluasan informasi melalui media massa. Perlunya para pelajar mendalami bidang ini dalam rangka menumbuhkan sikap kritis terhadap segala permasalahan. Seorang pelajar bisa mengkritisi kebijakan pemerintah dan mengirimkannya ke redaksi sebuah surat kabar.
Sebagai bagian dari kelompok terdidik, para pelajar harus memiliki kemampuan dalam mengembangkan potensi dalam dirinya. Salah satunya adalah dalam dunia tulis menulis. Jurnalistik memberi kesempatan kepada pelajar dalam meningkatkan kemampuan mengelola informasi.
Adanya program pelatihan jurnalistik merupakan salah satu ikhtiar dalam rangka mengembangkan kemampuan remaja di bidang ini. Dengan Pelatihan ini diharapkan akan memunculkan pelajar yang memiliki kemampuan di dalam mengelola media massa secara handal untuk semakin mempercepat pencapaian tujuan organisasi atau pergerakan.
Berdasarkan pemikiran di atas, Pengurus  Cabang PMII kab. OKI bermaksud mengadakan “Pelatihan Jurnalistik Praktis” sehingga harapan dan tujuan yang ingin dicapai menjadi suatu kenyataan.
Dampak narkoba jika di salah gunakan seperti halnya singkatan kata tersebut NARKOBA (narkotika dan obat/bahan berbahaya), memang sangatlah berbahaya bagi manusia. Narkoba dapat merusak kesehatan manusia baik secara fisik, emosi, maupun perilaku pemakainya. Walaupun semua kecenderungan itu wajar-wajar saja, tetapi hal itu biasnya juga memudahkan seseorang untuk terdorong menyalahgunakan narkoba. Data menunjukkan bahwa jumlah pengguna narkoba yang paling banyak adalah kelompok usia remaja hingga dewasa.
Masalah menjadi lebih gawat lagi bila penggunaan narkoba, para pemuda tertular dan menularkan HIV/AIDS di kalangan pemuda. Hal ini telah terbukti dari pemakaian narkoba melalui jarum suntik secara bergantian.
Bangsa ini akan kehilangan generasai muda yang sangat banyak akibat penyalahgunaan narkoba dan merebaknya HIV/AIDS. Kehilangan generasi muda sama dengan kehilangan sumber daya manusia bagi bangsa dan negara.
Dengan kondisi tersebut, kami selenggarakan kegiatan Seminar  Bahaya Narkoba dikalangan Generasi Muda guna memperbaiki moral pemuda masa kini untuk tidak mengkonsumsi narkoba agar dapat menjadi penerus bangsa yang berakhlak mulia dan kegiatan ini di latar belakangi kenyataan bahwa banyak pemimpin bangsa yang menjadi panutan yang tidak pantas bagi generasi saat ini ataupun yang akan datang. Selain itu, kegiatan ini kami selenggarakan karena ingin memberikan penjelasan dan pemahaman bagi para pemuda akan bahaya narkoba, serta untuk memperkuat moral dan kepribadian yang di miliki para pemuda atau mahasiswa.



B.            KEGIATAN
1)              Pelatihan Jurnalistik (Teoritis, aplikatif dan Praktis)
2)              Dialog Publik (Peran Pemuda Dalam Mengngatasi Narkoba dan LGBT)
3)              Konsolidasi IKA PMII Kab. OKI.

C.            NAMA KEGIATAN
Kegiatan ini bernama “Pelatihan Jurnalistik, Dialog Publik dan Konsolidasi Ikatan Alumni PMII Kab. OKI”.

D.            TEMA KEGIATAN
Tema kegiatan ini adalah “Repitalisasi Pemuda Anti Narkoba demi membangun kab. OKI melalui  Generasi Muda yang terpelajar, berprestasi serta berkarakter

E.             WAKTU PELAKSANAAN
1)              Pelatihan Jurnalistik (Teoritis, aplikatif dan Praktis)
Hari / Tanggal         : Jum’at s/d Sabtu, 15 – 16 April 2015
Tempat                  : Gedung MWC NU (Desa Tugu Mulyo Kp. 2)
Tema                     :Menyalurkar kreatifitas mahasiswa dalam dunia tulis menulis demi
   mewujudkan Kab. OKI Cemerlang”
2)              Dialog Publik (Peran Pemuda Dalam Mangatasi Narkoba dan LGBT)
Hari/Tanggal           : Minggu, 17 April 2016
Tempat                  : Gedung MWC NU (Desa Tugu Mulyo Kp. 2)
Tema                     : “Revitalisasi Paradigma Pemuda Anti Narkoba demi membangun kab. OKI
   melalui Generasi Muda yang terpelajar, berprestasi serta berkarakter
3)              Konsolidasi IKA PMII Kab. OKI.
Hari/Tanggal           : Minggu, 17 April 2016
Tempat                  : Gedung MWC NU (Desa Tugu Mulyo Kp. 2)
Tema                     :” Pembentukan Struktur IKA PMII Kab. OKI”



E.             TUJUAN KEGIATAN
Tujuan diselenggaarakan kegiatan pelatihan Jurnalistik Praktis Oleh Pengurus  Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia  Kab. OKI  adalah sebagai berikut:
1.              Membekali anak bangsa khususnya Pelajar dan mahasiswa dengan pengetahuan dan skill di bidang jurnalistik, terlebih pers mahasiswa.
2.              Menaungi dan mewadahi bakat dan minat Pelajar dan Mahasiswa di bidang jurnalistik
3.              Mendorong anak bangsa khususnya di Kab. OKI  berfikir kritis, kreatif, dan mandiri
4.              Membantu anak bangsa mengaplikasikan UUD No. 40 tahun 1999, Pasal 6 yakni : “Pers nasional mempunyai peranan penting dalam memenuhi hak masyarakat untuk mengetahui dan mengembangkan pendapat umum, dengan menyampaikan informasi yang tepat, akurat dan benar. Hal ini akan mendorong ditegakkannya keadilan dan kebenaran, sert diwujudkannya supremasi hukum untuk menuju masyarakat yang tertib”
5.              Mengenalkan kepada pelajar tentang seluk-beluk dunia jurnalistik
6.              Menumbuhkan kecerdasan dan kreatifitas pelajar melalui tradisi jurnalistik
7.              Pelajar Kab. OKI  memiliki kemampuan mengelola media cetak
8.              Memberikan pemahaman bagi pemuda sebagai generasi penerus agar berakhlak mulia bebas dari narkoba.
9.              Agar peserta seminar dapat lebih memahami tentang bahaya penularan HIV / AIDS, dan penyakit lainnya yang disebabkan oleh penggunaan narkoba.
10.          Memberikan pembimbingan untuk merubah masa depan bangsa dan negara yang lebih baik.
11.          Memperkuat mental para pemuda untuk menghadapi dampak globalisasi, terutama masalah narkoba.
12.          Mempererat tali persaudaraan antar mahasiswa yang mengikuti seminar.

F.             TARGET PESERTA
Target peserta kegiatan adalah pelajar tingkat SMA, SMK, dan MA serta Mahasiswa Se-Kab. OKI.


G.            MATERI PELATIHAN
Adapun materi yang diberikan sebagai berikut:
1.              Dasar-dasar jurnalistik
2.              Pelatihan menulis berita
3.              Pelatihan menulis artikel
4.              Pelatihan menulis features
5.              Pelatihan mengelola keredaksian

H.            SEKERTARIAT
Alamat    : Base Camp PC. PMII OKI. JL. Lintas Timur Km.123 Pasar Lubuk Seberuk Kec.
Lempuing Jaya Kab. OKI Sum-Sel 30657
Email      : okipmii@gmail.com
CP          : Ali Ikhwan  (0823 7216 6633) Juniska (0852 7201 1682)

I.               SUMBER DANA
Kegiatan ini membutuhkan biaya sebesar Rp.13.350.000; (Tiga Belas Juta Tiga Ratus Lima Puluh Ribu Rupia)  adapun rincian biaya sebagaimana terlampir.
Sedangkan biaya bersumber dari:
1.              Dana PC. PMII Kab. OKI
2.              IKA PMII Kab. OKI
3.              Pemkab OKI
4.              Sponsorhip
5.              Registrasi peserta sebesar Rp.50.000/orang.

J.              SUSUNAN PANITIA
Panitia pelaksana kegatan “Pelatihan Jurnalistik Praktis” akan di koordinasi oleh Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia. PMII Kab. OKI .Susunan Panitia terlampir.
K.            PENUTUP
Demikian proposal ini kami buat dengan harapan kegiatan ini menjadi sebuah upaya untuk memberikan kontribusi nyata di bidang jurnalistik. Harapan kami, semoga kegiatan ini disertai partisipasi aktif dari berbagai pihak. Semoga dengan dukungan semua pihak yang memiliki keinginan sama untuk memperbaiki bangsa ini melalui bidang jurnalistik, sehingga kegiatan tersebut diharapkan dapat berjalan lancar. Amin.
Wallahul Muwafieq Illaa aqwamith Thorieq,
Wassalamu Alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Ogan Komering Ilir, 07  Maret 2016

PANITIA PELAKSANA HARLAH PMII KE-56
PENGURUS CABANG
PERGERAKAN MAHASISWA ISLAM INDONESIA KAB. OKI
TAHUN AKADEMIK 2015 / 2016


RIDWAN
Ketua Pelaksana


JUNISKA
Sekretaris
Mengetahui,
PENGURUS CABANG
PERGERAKAN MAHASISWA ISLAM INDONESIA KAB. OKI
TAHUN AKADEMIK 2015 / 2016


ALI IKHWAN
Ketua Pelaksana


JUNISKA
Sekretaris




Lampiran I: Susunan Panitia

Penasehat                             : MABINCAB PMII OKI ( Agus Shilikhin,S.Si.,M.Pd.I)
Penanggung jawab               :  PC. PMII OKI ( Ali Ikhwan)
Ketua                                    Ridawan
Sekretaris                              Juniska
Bendahara                            Siti Robiatus Sholihah

Divisi-divisi
Acara
Penagalang Dana
Koordinator
:
Fatkul Mubarok
Koordinator
:
All Ketua Komisariat
Anggota
:
Habib Mustofa
Muhammad Muklis
Imam Mukhlis
Alvi Nur Imamah
Eka Lusiana Dewi
Dewi Apriana
Anggota
:
All etua Rayon

Konsumsi

Humas
Koordinator
:
Purwaningsih
Koordinator
:
Ahmad Yusman
Anggota
:
Rizky Dwi Retno
Rizky Fitriani
Azizah
Uswatun Khasanan
Istiqomah
Ulfa
Anggota
:
Ariono
Suandar
Wahyudi Ikhsan
Imam Marjuki
Imam Mu’arif
Waluyo

Keamanan

Perlengkapan dan Pub. Dek. Dok
Koordinator
:
Fuad Hasan
Koordinator
:
Misbahus Surur
Anggota
:
Ar-Rosyid Cs.
Fikri
Nur Kholis
Anggota
:
Rano Gusmara
Arsan Isro
Ahmad Rojali
Ali Fatkur Rahman

PANITIA PELAKSANA HARLAH PMII KE-56
PENGURUS CABANG
PERGERAKAN MAHASISWA ISLAM INDONESIA KAB. OKI
TAHUN AKADEMIK 2015 / 2016


RIDWAN
Ketua Pelaksana


JUNISKA
Sekretaris
Mengetahui,
PENGURUS CABANG
PERGERAKAN MAHASISWA ISLAM INDONESIA KAB. OKI
TAHUN AKADEMIK 2015 / 2016


ALI IKHWAN
Ketua Pelaksana


JUNISKA
Sekretaris



Lampiran II : Rincian Anggaran Dana HARLAH PMII
No
Uraian
Volume
Harga Satuan
Total
1
Kesekretarian



Surat menyurat
1 paket

200.000
Amplop surat
2 box
25.000
50.000
Penggandaan proposal
100 eks
10.000
1.000.000
Tinta printer
2 botol
50.000
100.000
Kertas A4
3  rim
50.000
150.000
Penggandaan Buku Materi
100 eks
5.000
500.000
Serifikat Peserta
100 eks
5.000
500.000





Jumlah
2.500.000
2
Transportasi dan Komunikasi



Transportasi

1.000.000
1.000.000
Komunikasi

200.000
200.000

Jumlah
1.200.000
3
Dekorasi, Dokumentasi dan Logistik



Dekorasi
1 Paket
400.000
400.000
Dokumentasi dan logistik
1 Paket
300.000
300.000
Spanduk / Banner
3 buah
200.000
600.000
Sewa gedung
4 hari
200.000
800.000
Jumlah
2.100.000
4
Peralatan



Sewa proyektor
1 paket
200.000
200.000
Kursi
200 Buah

500.000
Soun System
4 Hari
150.000
600.000



1.300.000
Jumlah

5
Konsumsi



Konsumsi berat
100 orang x 4
10.000
4.000.000
Konsumsi ringan
100 orang x 4
5.000
2.000.000
Konsumsi Narasumber
5 X orang
50.000
250.000
Jumlah
6.250.000











JUMLAH TOTAL
13.350.000










Lampiran III : Jadwal Pelatihan Jurnalistik Praktis Se- Kab. OKI

Hari/tgl
waktu
Acara 
Nara Sumber
PJ
Jum’at 15 April 2016
07.00-12.00
Chek in peserta/her registrasi

Panitia
12.00-13.00
ISHOMA


13.00-13.30
Opening Ceremony
Tim Majalah Wasilah OKU Timur
Panitia
13.00-14.30
Bina suasana/penyampaian tatip pelatihan
Panitia

14.30-16.00
Teknik Menulis Berita
Tim Majalah Wasilah OKU Timur

16.00-16.30
ISHOMA


16.30-16.45
Bina Suasana
Panitia

16.45-17.45
Teknik Menyunting Berita
Bina Suasana
Tim Majalah Wasilah OKU Timur

17.45-……
Pulang 



Sabtu 16 April 2016
06.45-07.00
Persiapan berangkat pelatihan


07.00-07.45
Chek in/break fast


07.45-08.00
Bina suasana


08.00-09.30
Penyampaian materi Aspek hukumdan etika dalam jurnalistik
Tim Majalah Wasilah OKU Timur

09.30-11.00
Tekhnik lay out I
Tim Majalah Wasilah OKU Timur

11.00-12.30
Materi wawancara dan mencari berita
Tim Majalah Wasilah OKU Timur

12.30-13.30
ISHOMA

Panitia
13.30-13.45
Bina Suasana

Panitia
13.45-15.00
Praktek mencari dan menulis berita
Tim Majalah Wasilah OKU Timur

15.00-16.30
Materi menulis artikel, wawancara dan essay
Tim Majalah Wasilah OKU Timur

16.30-17.00
ISHOMA


17.00-17.45
Praktek menulis, artikel, wacana dan essay
Tim Majalah Wasilah OKU Timur

17.45-…..
Pulang



PANITIA PELAKSANA HARLAH PMII KE-56
PENGURUS CABANG
PERGERAKAN MAHASISWA ISLAM INDONESIA KAB. OKI
TAHUN AKADEMIK 2015 / 2016


RIDWAN
Ketua Pelaksana


JUNISKA
Sekretaris




Jadwal Dialog Publik

Hari/tgl
waktu
Acara 
Nara Sumber
PJ
Minggu, 17 April 2016
07.00-09.00
Chek in peserta/her registrasi

Panitia
19.00-10.00
Pelantikan Pengurus Komisariat Dan rayon


10.00 – 12.00
Dialog Publik 1
(Pemuda dan Narkoba Perspektif Sosial)
Ahmad Rifa’i.S,E
(Wa. Bupati Kab. OKI)
Panitia
12.00-13.00
ISHOMA


13.00. 16.00
Dialog Public 2
(Pemuda dan Narkoba Perspektif Pendidikan)
Ir. Turmudi

16.00-16.30
ISHOMA


16.30-17.30
Dialog Publik 3
Dialog Public 2
(Pemuda dan Narkoba Perspektif Agama)
Agus Shlikhin S.Si.,M.Pd.I

17.30
Penutup / Pulang 



PANITIA PELAKSANA HARLAH PMII KE-56
PENGURUS CABANG
PERGERAKAN MAHASISWA ISLAM INDONESIA KAB. OKI
TAHUN AKADEMIK 2015 / 2016


RIDWAN
Ketua Pelaksana


JUNISKA
Sekretaris

Jadwal Konsolidasi IKA PMII Kab. OKI

Hari/tgl
waktu
Acara 
Nara Sumber
PJ
Minggu 17 April 2016
19.00-19.30
Penyanyian Lagu Indonesia Raya
Dan Mars PMII

Panitia
19.30-21.30
Pembentukan IKA PMII Kab. OKI
Darul Abror,M.Pd.I
Panitia
21.30. 22.30
Diskusi  agenda kerja IKA pmii OKI dan PC. PMII OKI
Ahmad Rojali, M.Pd
Panitia
16.30-17.30
Penutup
Muhammad Mukhsin,S.Pd.I
Panitia

PANITIA PELAKSANA HARLAH PMII KE-56
PENGURUS CABANG
PERGERAKAN MAHASISWA ISLAM INDONESIA KAB. OKI
TAHUN AKADEMIK 2015 / 2016


RIDWAN
Ketua Pelaksana


JUNISKA
Sekretaris




BENTUK KERJASAMA
PENAWARAN SPONSORSHIP

Panitia memberikan kesempatan pada perusahaan, lembaga atau badan usaha yang bapak/ibu pimpin untuk berpartisipasi dalam menyelenggarakan kegiatan tersebut.

1.              KETENTUAN UMUM
a.              Perjanjian sponsorship sebagai sponsor utama dan biasa disertai pembayaran uang muka sebesar 50%.
b.              Pelunasan dilakukan paling lambat 10 hari sebelum hari pelaksanaan.
c.              Perjanjian kerjasama sponsorship disertai cap resmi/asli panitia dan penanggung jawab pihak sponsor.
d.              Pembatalan sponsorship, diantaranya:
1)             Pembatalan oleh pihak sponsor, artinya sponsor yang telah membayar lunas akan dikembalikan 50%, dan yang membayar uang muka dibawah 60%, akan dikembalikan 10%.
2)             Pembatalan oleh panitia, artinya akan dikembalikan sebesar uang yang telah diterima panitia.
3)             Apabila dalam perkembangan terdapat sponsor tunggal, maka secara otomotif kontrak sebelumnya dengan sponsor biasa dan pendamping dibatalkan dan uang yang telah dibayarkan dikembalikan 100%.
e.                   Umbul-umbul ditanggung oleh pihak sponsor.

2.              MEDIA PUBLIKASI
a.              Spanduk rentang;
b.              Pamflet;
c.              Radio.

3.              BENTUK-BENTUK SPONSORSHIP
a.              Sponsor Tunggal, yaitu sponsor yang sanggup dan sepakat untuk membayar minimal 75% dari keseluruhan dana yang dibutuhkan dalam acara seminar sebagaimana tercantum dalam proposal.
b.              Sponsor biasa, yaitu sponsor yang sanggup dan sepakat untuk membayar 25% dari keseluruhan dana yang dibutuhkan kepanitiaan sebagaimana tercantum dalam proposal atau sanggup dan sepakat untuk menanggung pengadaan barang senilai minimal 15% dari keseluruhan dana yang dibutuhkan kepanitiaan sebagaimana tercantum dalam proposal.
c.              Sponsor pendamping, yaitu yang bersedia berpartisipasi dalam kegiatan ini dalam bentuk sponsorship diluar ketentuan no 1 dan 2, sesuai kesepakatan antara pihak panitia dan calon sponsor.
d.              Donator, yaitu pihak-pihak yang mau membantu seikhlasnya, untuk kesuksesan penyelenggaraan kegiatan ini tanpa terikat dengan serah terima prestasi dan kontraprestasi.


PROPOSAL HARLAH PMII

Posted by : Kak Jun
Date :Sabtu, 02 November 2019
With 0komentar
Prev
▲Top▲